Sejarah Organisasi Riset Operasi

Istilah Riset Operasi kemungkinan pertama kali digunakan di tahun 1938 sebagai istilah yang digunakan oleh para ilmuwan untuk mengukur kualitas situasi militer yang ada dan pergerakan persenjataan dalam Perang Dunia II.

Namun organisasi Riset Operasi itu sendiri baru ada hampir satu dasawarsa kemudian !

Bagaimana Organisasi RO dunia dimulai

Charles Frederick Goodeve, ketua Klub Riset Operasi, cikal bakal Operational Research Society (ORS)

Charles F. Goodeve

Dimulai pada musim gugur 1947, saat acara makan malam tidak resmi di Athenaeum Club di London. Saat itu, sebuah keputusan untuk mendirikan sebuah klub Riset Operasi dibuat. Sejumlah nama seperti Sir Charles Frederick Goodeve (ahli kimia Kanada), Profesor Patrick Maynard Stuart Blackett (yang di kemudian hari diberi gelar Lord Blackett, ahli fisika eksperimental Inggris, pemenang hadiah Nobel Fisika 1948, namanya kini diabadikan di gedung jurusan Fisika di Imperial College, Inggris), Dr. C. Gordon dan Sir Charles Tizard, hadir dalam acara tersebut. Secara resmi, klub tersebut berdiri di bulan April 1948 dengan Sir Charles Frederick Goodeve terpilih menjadi ketua kala itu dan beranggotakan awal 50 orang.

Meski penggunaan kata ‘klub’ berkonotasi eksklusif, Sir Charles Frederick Goodeve memiliki pandangan yang sedikit berbeda mengenai hal itu.

As you know we had to call it a club first of all to get over certain legal difficulties with regard to membership. We thought these difficulties would be solved in a couple of years, but in the event it took five or six years. However the time was not wasted because we got the Quarterly going and our constitution finally settled.

Quarterly yang dimaksud di sini adalah the Operational Research Quarterly (ORQ), jurnal RO pertama di dunia, yang kelak berubah menjadi Journal of the Operational Research Society (JORS).

Kegiatan utama dari klub tersebut adalah mengadakan pertemuan-pertemuan ilmiah dan, mulai tahun 1950, menerbitkan jurnal setiap tiga bulan sekali (a quarterly journal). Volume 1, No 1, dari ORQ terbit di bulan Maret 1950, dengan artikel pertama berjudul Operational Research yang ditulis oleh Profesor P.M.S. Blackett. Sebagaimana tercantum dalam catatan editorial dari penerbitan perdana tersebut:

The main purpose of the ORQ is to assemble in one place as much as possible of the information that OR workers now find (or fail to find) scattered widely over the very large body of the scientific and technical literature. The method is to provide a quarterly collection of abstracts of relevant papers and articles, taken from as wide a field as possible.

ORQ berlanjut hingga tahun 1978, dan setelah itu berubah menjadi JORS dengan 12 kali penerbitan dalam setahun.

Tiga tahun setelah edisi pertama ORQ, klub tersebut memperoleh status society. Setelah perubahan bentuk menjadi Operational Research Society (ORS), keanggotaan penuh hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang memenuhi tingkat kualifikasi tertentu. Ketua pertama adalah Sir Owen Wansbrough-Jones. Tahun 1955 minat akan RO merambah hingga ke hampir semua negara-negara barat. Dari 50 anggota awal meningkat menjadi 1250 anggota di tahun 1964, dengan 40% di antaranya berkualifikasi. Kemudian meningkat menjadi sekitar 3000 anggota di awal tahun 1970-an, dan terus bertahan di level itu hingga saat ini.

 

Bagaimana RO didefinisikan

P.M.S. Blackett

Profesor P.M.S. Blackett adalah salah seorang ilmuwan perdana yang mendefinisikan bagian-bagian yang mendasar dari RO. Oktober 1941, dia menulis Report on Operational, yang dianggap sebagai definisi awal dari RO. Dia menulis mengenai pemanfaatan ilmuwan pada tingkat operasional:

The object of having scientists in close touch with operations is to enable operational staffs to obtain scientific advice on those matters which are not handled by the service technical establishments… Operational staff provide the scientists with the operational outlook and data. The scientists apply scientific methods of analysis to this data, and are thus able to give useful advice. The main field of their activity is clearly the analysis of actual operations, using as data the material to be found in an operations room, e.g. all signals, track charts, combat reports, meteorological information, etc. . . .

Tahun 1947 Kittel mendefinisikan RO sebagai

Operations Research is a scientific method for providing executive departments with a quantitative basis for decisions.

Setahun kemudian, Sir Charles Frederick Goodeve meringkasnya sebagai quantitative common-sense. Tahun 1962, definisi RO diperluas menjadi

Operational Research is the attack of modern science on complex problems arising in the direction and management of large systems of men, machines, material and money in industry, business, government and defence…

 

( Dikutip dari sumber )

Catatan penting : Ada kemungkinan, tulisan ini di-update seiring dengan tambahan informasi yang diterima penulis. Karena itu, sering-seringlah berkunjung kemari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s