Kuis: Optimasi dalam Sepakbola

Sepakbola bukanlah matematika ! Serumit apapun perhitungan di atas kertas, biasanya tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di atas lapangan rumput hijau. Apapun bisa terjadi dalam 2 x 45 menit, termasuk keajaiban sekali pun, di mana ‘David’ menang atas ‘Goliath’.

Namun demikian, tidak ada salahnya dalam kesempatan kali ini, kita menyisihkan waktu untuk melihat bagaimana optimasi bekerja di dunia sepakbola. Kasus yang diambil adalah suasana sebuah musim kompetisi dalam Liga ke-2 Jerman. Memang Liga Jerman tidaklah sepanas liga-liga di Italia, Inggris, ataupun Spanyol. Apalagi ini cuma liga ke-2. Namun atmosfer yang terjadi kali ini, sangatlah mendebarkan. Bagaimana tidak, karena krisis kuangan, 1. FCK, sebuah kesebelasan yang 4 kali menjuarai Liga Jerman, 4 x runner-up, 2 x juara Piala Jerman, dan 5 x runner-up, kini berada di ujung tanduk. Dengan menyisakan 4 pertandingan, 1.FCK berada di zone degradasi, yang membuatnya terancam terlempar ke liga ke-3.

Keberadaannya di liga ke-2 kali ini terjadi sejak tahun 2006. Tahun 1996, sesaat setelah untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, terlempar ke liga ke-2, 1.FCK berhasil menjuarai Piala Jerman yang mengantarkannya mengikuti kompetisi Piala UEFA.

Setahun kemudian, di tahun 1997, 1.FCK berhasil kembali ke Bundesliga, sebutan untuk liga pertama, dengan menempati urutan teratas. Tanpa perlu menunggu waktu lama, 1.FCK yang dilatih oleh Otto Rehagel, langsung menjuarai Liga Jerman dengan unggul 2 poin dari Bayern Munich, sang juara bertahan, yang harus puas menempati urutan kedua. Dalam sejarah Bundesliga, ini adalah kali pertama, sebuah klub yang baru saja naik dari liga ke-2, langsung menjuarai liga pertama. Michael Ballack, pemain langganan tim nasional Jerman yang kini bermain untuk FC Chelsea, setelah sempat bermain untuk Bayer Leverkusen dan Bayern Munich, dalam usianya yang belum genap 22 tahun ikut merasakan euforia tersebut.

Otto Rehagel sendiri adalah seorang pelatih ajaib. Setelah sukses mengantarkan Bayern Munich menjuarai Piala UEFA di tahun 1996, dia berani mengambil keputusan mengejutkan dengan berpindah menangani 1.FCK yang saat itu baru saja terlempar ke liga ke-2. Bisa jadi, ini adalah bentuk rasa terima kasihnya pada klub yang telah membesarkan namanya. Yup, bersama 1.FCK, Otto Rehagel pernah merasakan menjadi runner-up Piala Jerman di tahun 1972. Di bawah asuhannya, 1.FCK menorehkan sejarah dengan tinta emas, sebagaimana disebutkan di atas. Kemudian di tahun 2004, Otto Rehagel mengejutkan publik Eropa dengan membawa tim nasional Yunani, yang hingga saat ini pun selalu dipandang sebelah mata, menjadi juara Piala Eropa.

Kini, melalui sisa 4 pertandingan, 1.FCK berharap pada sebuah keajaiban untuk terhindar dari zone degradasi yang meliputi 4 tim terbawah. Keempat pertandingan sisa itu adalah (nama kesebelasan dibiarkan tetap dalam nama aslinya):

Pertandingan ke-31

TSV 1860 München – SC Freiburg
1.FSV Mainz 05 – 1.FCK
FC St. Pauli – FC Erzgebirge Aue
SpVgg Greuther Fürth – SC Paderborn 07
FC Carl Zeis Jena – VfL Osnabrück
Kickers Offenbach – Borussia M’gladbach
Alemannia Aachen – FC Augsburg
TuS Koblenz – SV Wehen Wiesbaden
1.FC Köln – 1899 Hoffenheim

Pertandingan ke-32

VfL Osnabrück – SpVgg Greuther Fürth
SC Paderborn 07 – TSV 1860 München
FC Erzgebirge Aue – FC Carl Zeis Jena
1.FCK – FC St. Pauli
1.FSV Mainz 05 – Alemannia Aachen
FC Augsburg – 1.FC Köln
1899 Hoffenheim – TuS Koblenz
SC Freiburg – Kickers Offenbach
Borussia M’gladbach – SV Wehen Wiesbaden

Pertandingan ke-33

1.FC Köln – 1.FSV Mainz
FC St. Pauli – Alemannia Aachen
Borussia M’gladbach – SC Freiburg
FC Carl Zeis Jena – 1.FCK
SpVgg Greuther Fürth – FC Augsburg
TuS Koblenz – FC Erzgebirge Aue
SV Wehen Wiesbaden – SC Paderborn 07
Kickers Offenbach – 1899 Hoffenheim
TSV 1860 München – VfL Osnabrück

Pertandingan ke-34

SC Paderborn 07 – Borussia M’gladbach
1899 Hoffenheim – SpVgg Greuther Fürth
FC Erzgebirge Aue – TSV 1860 München
1.FCK – 1.FC Köln
Alemannia Aachen – TuS Koblenz
FC Augsburg – FC Carl Zeis Jena
VfL Osnabrück – Kickers Offenbach
SC Freiburg – SV Wehen Wiesbaden
1.FSV Mainz – FC St. Pauli

Sementara posisi saat ini adalah sebagai berikut, dengan 1.FCK berada di posisi ke-16.

fck-tabelle

Jika sekali menang mendapatkan 3 poin dan seri 1 poin, berapa nilai minimal yang harus diperoleh 1.FCK agar terhindar dari degradasi ? Bagaimana model yang dapat disusun dari kasus optimasi ini ?

Sekali lagi, sepakbola bukanlah matematika. Meskipun nilai akhir yang bisa diperoleh kurang dari nilai minimal yang aman agar bisa lolos dari jerat degradasi, 1.FCK tetap bisa bertahan dengan beberapa catatan, antara lain, dengan berharap klub lain kalah di luar perkiraan ! Namun demikian, tetap saja nilai akhir tersebut harus lebih tinggi dari sebuah nilai maksimum. Berapakah nilai maksimum tersebut ?

Bila Anda ingin mengetahui jawabannya, silahkan mengirim email ke risetoperasi at googlemail dot com. Tentu saja, dengan disertai hasil corat-coret Anda !

Bila ingin share model, hasil perhitungan dan analisis Anda, silahkan bergabung dengan mailing list OR-Opt dengan meng-klik icon yang tersedia di sisi kanan paling bawah.

Selamat berasah otak !

Selamat Tahun Baru 2009

God bless us! God bless our country !

 

Copyright © 2009 AFP

Copyright © 2009 AFP

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s