Riset Operasi di BPPT

Tahukah Anda bahwa hingga tahun 1998, pengkajian, penerapan dan pengembangan Riset Operasi menjadi salah satu tugas dari BPPT ?

bppt

BPPT atau Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi adalah sebuah lembaga pemerintah non departemen yang bertugas, sesuai dengan namanya, melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan teknologi. Meski demikian, hingga tahun 2006, kepala BPPT dijabat rangkap oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi, yang disingkat Menristek [1].

Bermula dari gagasan mantan Presiden Soeharto (alm) kepada Prof. Dr.-Ing. B.J. Habibie di tahun 1974, kemudian ditindaklanjuti dengan pengangkatan Habibie sebagai penasehat pemerintah di bidang advance technology dan teknologi penerbangan melalui SK Presiden no. 76/M/1974 . Tugasnya adalah membentuk Divisi Advance Technology dan Teknologi Penerbangan (ATTP) Pertamina. ATTP inilah yang kemudian berubah menjadi BPPT melalui Keppres no. 25 tahun 1978 [2]. Dan Habibie, yang kelak menjadi Presiden pada masa transisi 21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999, menjadi kepala BPPT yang pertama dan sekaligus terlama (1974-1998). Jadi, masa tugas Habibie sudah terhitung sejak BPPT masih berupa ATTP.

Yang menarik di sini, rupanya Riset Operasi sudah menjadi disiplin ilmu yang seharusnya dikaji, diterapkan dan dikembangkan oleh BPPT sebagaimana termaktub dalam Keppres no. 31 tahun 1982 (Bab I Pasal 3 butir f). Secara spesifik, disebutkan pula bahwa tugas tersebut diemban oleh Deputi Bidang Analisa Sistem (Bab II Pasal 24-26). Lebih jelasnya, Pasal 24 berbunyi sebagai berikut :

Deputi Bidang Analisa Sistem mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan penerapan riset operasi dan manajemen, menganalisa berbagai sistem dan merumuskan sistem regulasi-teknologi yang berkaitan dengan pengkajian dan penerapan teknologi, serta menguji dan mengembangkan simulasi dan model yang dapat diterapkan dalam program pembangunan nasional.

Perhatikan bahwa simulasi dan model, yang memainkan peranan penting dalam dunia Riset Operasi dan Optimasi, juga menjadi fokus. Lebih lanjut, Pasal 26 menyebutkan bahwa :

Deputi Bidang Analisa Sistem membawahkan :
  a. Direktorat Riset Operasi dan Manajemen;
  b. Direktorat Pengkajian Sistem;
  c. Direktorat Sistem Regulasi-Teknologi;
  d. Direktorat Simulasi dan Model.

Riset Operasi tidak berada di bawah tanggung jawab Deputi Bidang Pengkajian Ilmu Dasar dan Terapan (Bab II Pasal 10), nampaknya, hanya karena mengingat Riset Operasi adalah bidang ilmu yang multidisiplin.

Sayangnya, dalam perkembangan lebih lanjut, keberadaan Riset Operasi semakin terpinggirkan. Hal ini dapat dilihat dari Keppres no. 47 tahun 1991

Deputi Bidang Analisis Sistem mempunyai tugas membantu Ketua dalam menyelenggarakan pengkajian di bidang sistem perindustrian, sistem sosial ekonomi dan pengembangan wilayah, mulai pendekatan riset operasi dan analisis sistem untuk menunjang program-program penerapan teknologi (Pasal 8).

Bahkan Keppres no 117 tahun 1998 menghapuskannya sama sekali dari tugas BPPT. Satu catatan penting yang perlu digarisbawahi adalah kenyataan bahwa selama mengemban tugas pengkajian, penerapan dan pengembangan Riset Operasi, BPPT dipimpin oleh Habibie, yang justru mencabut tugas tersebut dari BPPT ketika menjabat sebagai Presiden. Ajaib, bukan ?! Mungkinkah ini karena Riset Operasi tidak bersinggungan dengan teknologi beserta penerapannya ?

Bila ada yang berminat memiliki Keppres tersebut, silahkan kontak risetoperasi at googlemail dot com.

 

Referensi

1. http://id.wikipedia.org/wiki/BPPT
2. http://portal.bppt.go.id/menu_kiri/index.php?id=1 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s