Humor – MBA dan Riset Operasi

Humor mengenai tiga orang mahasiswa kandidat MBA dan tiga pakar Riset Operasi. Diambil dari sebuah blog. Dikutip sesuai aslinya dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan tanpa mengurangi tingkat kelucuannya.

Three OR experts and three MBA candidates are going to a conference by rail. The three MBA students queue up individually at the ticket office and purchase tickets. The three OR experts pool their money, and one of them buys a single ticket. The MBAs try to tell the OR experts that they each need a ticket, but the OR experts just say “watch and learn”.

Once aboard the train, the three OR experts immediately cram themselves in the toilet at the end of the car. When the conductor comes through and sees the toilet door closed, he knocks and says “ticket, please”. A ticket slides out under the door; the conductor punches it and moves on.

After the conference, the three MBAs queue up and buy a single ticket for the return ride. The OR experts don’t bother to buy a ticket. Once again, the MBAs try to object, and once again the OR experts say “watch and learn”.

Aboard the train, the MBAs pack into the toilet. One of the OR experts walks over, knocks on the door and says “ticket, please”. The MBAs end up being turfed off the train.

Moral: Be sure you understand both the strengths and weaknesses of an algorithm before applying it.


Tiga orang pakar Riset Operasi dan tiga orang kandidat MBA berencana pergi ke sebuah¬†konferensi dengan menggunakan kereta. Ketiga mahasiswa MBA masing-masing antri di depan loket dan membeli tiket. Sementara, ketiga pakar Riset Operasi mengumpulkan uang bersama, dan salah seorang dari mereka membeli sebuah tiket. Para kandidat MBA mengingatkan para pakar Riset Operasi bahwa mereka masing-masing butuh sebuah tiket, namun dijawab, “perhatikan dan belajarlah”.

Ketika berada di atas kereta, ketiga pakar Riset Operasi bergegas menjejalkan diri mereka ke dalam toilet yang berada di ujung gerbong. Ketika kondektur datang melewati toilet dan melihat pintu tertutup, dia mengetuk dan berkata, “tolong tiketnya”. Sebuah tiket pun dikeluarkan melalui bawah pintu. Sang kondektur pun memberi tanda pada tiket tersebut dan pergi.

Seusai konferensi, ketiga mahasiswa MBA antri dan membeli sebuah tiket untuk perjalanan pulang. Kali ini, para pakar Riset Operasi masing-masing membeli sebuah tiket. Sekali lagi, para MBA mempermasalahkan hal tersebut, dan sekali lagi dijawab, “perhatikan dan belajarlah”.

Di atas kereta, para MBA berjejal ke dalam toilet. Salah seorang dari pakar Riset Operasi berjalan menuju ke toilet, mengetuk pintu, dan berkata, “tolong tiketnya”.

Pesan cerita: Yakinkan bahwa kamu mengerti kekuatan dan kelemahan sebuah algoritma sebelum menerapkannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s