Wawancara: Masa Depan Riset Operasi

Lee W. Schruben adalah seorang profesor dan mantan kepala Teknik Industri dan Riset Operasi di UC Berkeley, dan salah seorang ahli terkemuka di dunia di bidang teori dan praktek simulasi. Kalangan luas telah berkonsultasi dengan beliau di berbagai bidang mulai industri teknologi tinggi dan bioteknologi hingga bidang perbankan dan pembuatan mobil.

Berikut adalah wawancara beliau dengan Bnet mengenai tantangan ke depan untuk Riset Operasi dan untuk mereka di bidang Riset Operasi. Diterjemahkan secara bebas dari artikel tahun 2008 ini.

Bnet (B): Adakah masalah besar yang belum terpecahkan untuk Riset Operasi dalam praktek dewasa ini ?

Schruben (S): Kami harus menyadari bahwa apa yang kami sedang benar-benar lakukan adalah peramalan (forecasting). Kami sedang mencoba untuk memodelkan apa yang akan terjadi di masa depan, dan itu adalah tantangan praktisi terbesar, yakni bagaimana untuk menjauh dari model-model dengan asumsi-asumsi statis dan mengembangkan model2 prediktif yang dapat merespon secara real time perubahan-perubahan di dunia.

B: Apa yang Anda maksudkan dengan asumsi-asumsi statis ?

S: Seperti sekarang, kami mengumpulkan data dan membangun sebuah model berdasarkan pada asumsi-asumsi yang kita anggap wajar pada saat itu. Tetapi hasilnya hanya memberitahukan kami apa yang akan telah terjadi di masa lalu, ketika asumsi-asumsi itu valid. Kebanyakan model mengasumsikan bahwa data masukan adalah IID (Independent and Identically Distributed – terdistribusi bebas dan secara seragam), tapi itu hampir tidak pernah terjadi. Pengasumsian data IID adalah pengasumsian bahwa kejadian-kejadian di dunia tidak tergantung satu sama lain, dan bahwa peluang mereka untuk terjadi, tidak berubah terhadap waktu. Tetapi kejadian-kejadian ini berubah terus-menerus di dalam bisnis.

B: Jadi pendekatan apa yang tepat untuk pemodelan Riset Operasi ?

S: Kami harus mengintegrasikan peramalan (forecasting) dan analisis resiko (risk analysis) dengan pemodelan Riset Operasi. Kami harus mengintegrasikan model-model dengan informasi pasar yang dinamis dan peramalan. Simulasi adalah pekerja keras yang melakukan hal ini, karena dapat menangani jenis kompleksitas yang dinamis itu, sementara kebanyakan model-model Riset Operasi yang cenderung untuk optimasi, merupakan jenis model-model yang statis.

B: Apakah Anda pikir adalah akurat untuk mengatakan bahwa Riset Operasi lebih merupakan latihan teoretis daripada solusi praktis untuk masalah-masalah bisnis ? Atau apakah aplikasi praktis dari teknik-teknik Riset Operasi lebih dari faktor penentuan sekarang ini ?

S: Ada banyak Riset Operasi teoretis yang telah memberikan nama buruk. Hal ini berasal dari bagian “pengertian manajerial” dari makalah penelitian Riset Operasi. Sebagian besar dari pengertian ini entah obvious atau salah. Dan pengertian-pengertian ini seringkali ditulis dalam istilah-istilah yang kabur semacam itu yang membingungkan dan mengecewakan para manajer. Jadi bagian teoretis cenderung mendatangkan nama buruk. Tetapi aplikasi praktis dari Riset Operasi adalah alasan kami untuk tetap tinggal di dalam bisnis. Tidak ada pertanyaan mengenai apakah Riset Operasi di dalam praktek telah membuat dampak yang besar terhadap bisnis.

B: Seberapa jauh yang Anda pikir, program-program paket analisis bisnis, seperti SAP atau ERP solutions milik Oracle, menolong atau menghalangi kemajuan Riset Operasi dalam praktek bisnis ?

S: Agar mampu bersaing, perusahaan-perusahaan software harus berkata, “semua permasalahan diselesaikan oleh software kami,” yang mana ini sebenarnya tidak benar. Dalam pengertian itu, solusi-solusi yang dikemas atau ditanamkan dalam software tersebut mungkin sedang menghalangi Riset Operasi dalam praktek. Banyak teknik-teknik Riset Operasi out-of-the-box yang berusia 20 tahun. Inovasi sebagian besar berasal dari para peneliti akademis, tapi sayangnya, banyak dari perusahaan-perusahaan software ini tidak menerima masukan akademis. Dalam dunia yang ideal, akan ada lebih banyak kolaborasi.

B: Bagaimana Anda melihat peran Riset Operasi dalam bisnis yang berubah selama 10 tahun ke depan ?

S: Saya berharap bahwa para manajer menjadi jauh lebih berpengetahuan mengenai analisis dan Riset Operasi. Saya melihat pendidikanpara MBA yang baru sedang berfokus lebih jauh pada analisis bisnis. Para MBA perlu untuk dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat dan mengembangkan sebuah cara yang sistematis untuk berpikir mengenai persoalan-persoalan. Belajar teknik-teknik analisis tertentu saja tidak menempatkan Anda sangat jauh, tapi latihan tersebut akan mengajari Anda bagaimana untuk mendisiplinkan pemikiran Anda, bagaimana untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat dan menjadi pengguna software yang bijak. Penyedia software perlu untuk berkata, “Wow, kita tidak dapat bersaing dengan para MBA.”

Catatan Tambahan 17 Desember 2010: Wawancara ini telah mendapat tanggapan balik sebagaimana yang diterjemahkan dan dimuat dalam artikel Tanggapan Wawancara.

2 comments on “Wawancara: Masa Depan Riset Operasi

  1. Ping-balik: Tanggapan Wawancara Masa Depan Riset Operasi « Riset Operasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s