Tanggapan Wawancara Masa Depan Riset Operasi

Dalam artikel terdahulu yang menampilkan wawancara Bnet dengan Prof. Lee W. Schruben dari UC Berkeley, dikatakan bahwa

Kami harus mengintegrasikan peramalan (forecasting) dan analisis resiko (risk analysis) dengan pemodelan Riset Operasi. Kami harus mengintegrasikan model-model dengan informasi pasar yang dinamis dan peramalan. Simulasi adalah pekerja keras yang melakukan hal ini, karena dapat menangani jenis kompleksitas yang dinamis itu, sementara kebanyakan model-model Riset Operasi yang cenderung untuk optimasi, merupakan jenis model-model yang statis.

dan

Ada banyak Riset Operasi teoretis yang telah memberikan nama buruk. Hal ini berasal dari bagian “pengertian manajerial” dari makalah penelitian Riset Operasi. Sebagian besar dari pengertian ini entah obvious atau salah. Dan pengertian-pengertian ini seringkali ditulis dalam istilah-istilah yang kabur semacam itu yang membingungkan dan mengecewakan para manajer. Jadi bagian teoretis cenderung mendatangkan nama buruk. Tetapi aplikasi praktis dari Riset Operasi adalah alasan kami untuk tetap tinggal di dalam bisnis. Tidak ada pertanyaan mengenai apakah Riset Operasi di dalam praktek telah membuat dampak yang besar terhadap bisnis.

Rupanya komentar Prof. Schruben ini mengundang tanggapan balik sebagaimana dapat ditemukan di artikel ini.

Berikut adalah terjemahan bebas dari artikel tanggapan tersebut.

Beberapa hari yang lalu, saya membaca sebuah artikel di Bnet mengenai “Masa Depan Riset Operasi”. Dalam artikel itu, Lee W. Schruben dari UC Barkeley berpendapat bahwa model saat ini sering berdasarkan pada asumsi-asumsi statis (dan sebagian tidak realistis) dan tidak memasukkan peramalan dan analisis reskio dengan cukup.

Selain sejumlah kecil poin-poin valid yang dia buat mengenai perlunya integrasi dari sensible risk parameters, robust forecasting, dynamic models, dan solusi-solusi yang berdasarkan simulasi tersebut mungkin dapat mengatasi sejumlah permasalahan-permasalahan ini, saya sangat tidak setuju dengan pelecehannya terhadap apa yang dia sebut sebagai “Riset Operasi teoretis”.

Tidak diragukan bahwa kebanyakan dari kita tidak bersemangat terhadap “pengertian-pengertian manajerial” namun bagian besar dari Riset Operasi berdasarkan pada landasan-landasan teoretis yang kuat seperti IP (Integer Programming), yang hanya berfungsi sebagai satu dari sekian contoh di sini – saya lebih memilih untuk tetap pada keunggulan kompetitif saya dan karenanya saya memilih IP. Selain menjadi salah satu topik yang paling menantang dan interdisipliner dalam Riset Operasi karena hubungan dekatnya dengan ekonomi, ilmu komputer, dan teknik, dampak praktis IP (dan semua disiplin yang terkait seperti Linear Programming, Combinatorial Optimization dll) besar sekali. Banyak permasalahan produksi dan penjadwalan di dunia nyata mengandung persoalan optimasi yang sangat kompleks (baik dalam komputasi maupun juga dalam pengertian umum).

Selain pemodelan dari asumsi-asumsi yang mendasar di bawah ketidakpastian pasti tidak mudah dan saya setuju dengan Schruben bahwa kita harus lebih menaruh perhatian pada ketidakpastian ini, saya sulit melihat bagaimana kita dapat menyelesaikan persoalan-persoalan kombinatorial yang mendasat tanpa kemajuan teoretis dari beberapa dekade terakhir. Persoalan-persoalan ini  biasanya diselesaikan dengan menggunakan IP solver seperti CPLEX, XPRESS, glpk, coin, dsb dan khususnya teknik-teknik modern (misalnya cutting plane procedures dan column generation) yang memberi kontribusi signifikan terhadap kinerja solver-solver ini.

Pengiriman “malaikat kuning” Jerman dari ADAC [1] tidak akan, sejauh ini, seefisien sekarang ini tanpa penerapan teknik IP modern. Penjadwalan penerbangan tanpa optimasi kombinatorial tidak dapat dibayangkan. Permasalahan complex stacking dalam pabrik-pabrik baja hanya dapat diselesaikan dengan memuaskan jika permasalahan PSPACE-complete yang mendasar dapat diselesaikan atau diaproksimasi secara cukup.

Saya memahami bahwa Schruben berpendapat dari sudut pandang sebagai seorang ahli simulasi dan saya pikir dia benar sampai batas tertentu tapi saya akan menghargai sedikit lebih banyak toleransi terhadap pendekatan-pendekatan yang berbeda untuk memecahkan permasalahan-permasalahan dunia nyata – tidak semuanya adalah paku jika kamu memiliki sebuah palu.

2 comments on “Tanggapan Wawancara Masa Depan Riset Operasi

  1. Ping-balik: Wawancara: Masa Depan Riset Operasi « Riset Operasi

  2. Ping-balik: Wawancara: Masa Depan Riset Operasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s