Karena Tidak Kenal Riset Operasi, Sheriff pun Dipenjara

Kisah ini sungguh nyata terjadi. Bermula dari laporan CNN bahwa seorang hakim federal memerintahkan seorang sheriff di Alabama utara dipenjara karena dengan sengaja menyajikan menu makanan yang “sangat tidak memadai” kepada para tahanan di penjara guna mengantongi lebih dari $200.000.

Sumber: CNN

Namun hal itu sebenarnya tidak perlu terjadi apabila sang sheriff mengenal Riset Operasi.

Kisah Awal

Sang hakim wilayah, U.W. Clemon, menilai bahwa sheriff daerah Morgan (Morgan County), Alabama, AS, G. Bartlett, telah menghina pengadilan dengan tidak mematuhi keputusan pengadilan dalam gugatan di tahun 2001 mengenai kondisi penjara di Morgan County.

Negara, menurut kejaksaan Alabama, memberikan sheriff $1.75 per hari untuk jatah makan tiap tahanan. Namun, berdasarkan hukum setempat, sheriff diizinkan untuk mengambil semua uang yang tersisa usai belanja makanan para tahanan sebagai pendapatan pribadi.

“Tidak ada jumlah uang minimum yang harus dihabiskan sheriff untuk makanan, ” demikian kata Melanie Velez, seorang pengacara dari Southern Center for Human Rights yang mewakili para tahanan. “Izin menurut undang-undang untuk mengantongi subsidi makanan, bagaimanapun juga, tidak membuat sheriff pantas untuk memberikan kurang dari jumlah yang memadai untuk makanan para tahanan.”

Karena itu, sebuah keputusan kesepakatan dengan pihak pengadilan dibuat pada bulan September 2001 yang memerintahkan Barlett untuk memberikan “diet yang bergizi cukup” kepada para tahanan.

Sayangnya hal ini dilanggar oleh sang sheriff. Menurut Clemon, porsi yang diberikan “sangat tidak memadai” untuk menghilangkan rasa lapar pria dewasa normal. Karenanya, para tahanan masih merasa lapar setelah menyantap porsi makanan yang diberikan. Bahkan garam, merica, gula dan bumbu-bumbu lainnya harus dibeli sendiri oleh para tahanan di toko penjara. Susu tidak pernah diberi; buah hanya tiga atau empat kali diberikan dalam setahun.

Para tahanan mengeluh bahwa mereka mendapatkan makanan cukup hanya dengan membeli lebih banyak di toko penjara. Bahkan beberapa telah menghabiskan sebanyak $100 untuk keperluan itu.

Lebih menyedihkan, menurut Clemon, Sheriff Bartlett dan sheriff dari wilayah tetangga memborong hot dog dalam jumlah besar seharga $500 dan memberikannya kepada para tahanan selama berhari-hari sampai habis. Makanan lainnya juga merupakan sumbangan sekolah-sekolah dan tempar-tempat lainnya, dan sang sheriff tidak membayar untuk itu.

Peranan Riset Operasi

Lalu dimana dan bagaimana Riset Operasi berperan dalam ‘menyelamatkan’ sang sheriff ?

Berikut terjemahan bebas dari artikelnya Michael Trick di sini.

Tentu saja jika Sheriff Bartlett pernah belajar Riset Operasi, dia akan segera mengenali persoalannya sebagai apa yang terkenal dengan “diet problem” dalam Linear Programming. Sebuah pencarian cepat google akan membawanya ke halaman NEOS berkenaan dengan topik itu.

Setelah beberapa klik, keajaiban Linear Programming memberikan diet optimal seharga hanya $0.96 per hari !


2000 kalori dan menu ini memenuhi semua kebutuhan nutrisi. Kentang (potatoes) dengan mentega kacang (peanut butter) adalah makanan yang sempurna ! Wortel (carrots) dan susu (milk) tersedia. Bahkan kami memberikan popcorn ! Taruhan, Sheriff Bartlett tidak dapat menghemat $0.79 per hari untuk setiap tahanan dengan rancangan menunya.

Penutup

Tentu saja tabel rancangan menu yang disajikan oleh Michael Trick dalam blog-nya itu hanyalah sekedar contoh bahwa Riset Operasi dapat membantu sang sheriff untuk meminimalkan biaya belanja makanan untuk tiap tahanan per harinya tanpa menyebabkan para tahanan tetap kelaparan dan kurang gizi.

Dan pendapatan pribadi sang sheriff dari sisa uang belanja makanan pun akan optimal tanpa perlu kuatir akan adanya gugatan dari para tahanan tersebut.

One comment on “Karena Tidak Kenal Riset Operasi, Sheriff pun Dipenjara

  1. Wah tulisan yang bagus Pak Paul, tulisan yang santai namun sarat dengan ilmu optimasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s